Monday, 27 July 2015

Masyarakat Makin Terbiasa


TASIKMALAYA, KOMPAS -Masyarakat di pesisir selatan Jawa Barat mulai terbiasa dengan gempa bumi yang kerap terjadi di daerah itu sepanjang tahun. Mereka lebih tenang menghadapi bencana tanpa melupakan langkah mitigasi yang dilakukan.



Badan Meteorologi, Klimato-logi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan 5,7 skala Richter pada Sabtu (25/7) pukul 04.44. Dari Kabupaten Ciamis, Jabar, pusat gempa selama 15 detik itu berjarak 111 kilometer dan di kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak menimbulkan kerusakan dan tidak berpotensi tsunami.

Kuswara, warga Cijulang, Ciamis, mengatakan mulai terbiasa dengan gempa yang kerap terjadi di Ciamis selatan. Kondisi ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan gempa dan tsunami Pa-ngandaran tahun 2006. Setelah mengikuti banyak sosialisasi tentang mitigasi bencana, ia mulai terbiasa setiap terjadi gempa.

"Saat gempa biasanya saya mencari daerah terbuka," katanya.

Ahmad Junaedi, warga Cipa-tujah, Kabupaten Tasikmalaya, langsung meminta empat anggota keluarganya keluar rumah saat gempa.

Menurut Bagyo, warga Desa Kalinegoro, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kuatnya gempa menggetarkan tempat tidur dan barang-barang di kamar, hingga membuatnya terbangun.

Kepala Badan Geologi Surono mengatakan, sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat di daerah rawan bencana sangat potensial menjadi kunci utama meminimalkan dampak merusak pada manusia. Dengan pemahaman bencana yang baik, masyarakat diyakini semakin siap menghadapi beragam ancaman bencana alam yang akan terus terjadi di Indonesia

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengemukakan, pusat gempa di sisi dalam lempeng Eurasia Dampak gempa terasa di Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Purbalingga, Yogyakarta, Klaten, Solo, Magelang, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo.

Pada Sabtu malam, gempa juga mengguncang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Data BMKG menyebutkan, gempa berkekuatan 4,0 skala Richter di Bukittinggi terjadi sekitar pukul 20.17. Pusat gempa 8 kilometer tenggara Bukittinggi pada kedalaman 10 kilometer. Sekitar pukul 20.50 gempa susulan terjadi di 10 kilometer timur laut Padang Panjang di kedalaman 10 kilometer.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bukittinggi Yulman, saat dihubungi dari Jakarta, mengatakan, ada sebagian warga yang langsung berlarian keluar rumah.

Warga Kota Padang Panjang juga turut merasakan dampak gempa, khususnya gempa susulan.

(CHE/EGI/AIK/ZAK)

0 comments:

Post a Comment