Tuesday, 28 July 2015
Gunung Raung Masih Berasap,Bandara Blimbingsari Tetap Buka
BANYUWANGI, KOMPAS - Bandar Udara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, beroperasi normal pada Sabtu (25/7). Semua penerbangan dari dan menuju Banyuwangi dapat dilayani di Bandara Blimbingsari. Asap debu dari aktivitas vulkanik Gunung Raung mengarah ke barat daya.
"Dua penerbangan ke Surabaya dan satu penerbangan ke Denpasar sesuai dengan jadwal," kata Sigit Widodo, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Blimbingsari, Sabtu siang.
Asap kelabu tebal dari puncak Gunung Raung terpantau mengarah ke barat daya gunung sejak Sabtu pagi hingga siang. Ketinggian asap debu vulkanik tersebut diperkirakan mencapai 1.000 meter dari puncak gunung.
Kegempaan tremor Gunung Raung terus terjadi, dengan amplitudo tremor dominan pada 28 milimeter. "Status Gunung Raung masih siaga." kata Burhan Alethea, petugas pengamat di Pos Pengamatan Gunung Api Raung di Songgon, Banyuwangi.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono meminta masyarakat sekitar Gunung Raung tetap tenang karena kekuatan letusan gunung itu tak terlalu besar. Magma Gunung Raung bersifat encer sehingga letusan gunung itu tak menghasilkan awan panas, tetapi hanya lontaran material pijar dan abu vulkanik.
"Kalau dibandingkan dengan Gunung Merapi, magma Gunung Raung lebih encer sehingga letusan Raung hanya menghasilkan material pijar dan abu vulkanik. Kekuatan letusan Raung juga tidak mungkin menyamai Merapi," kata Surono di sela-sela halalbihalal di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Yogyakarta, Sabtu kemarin.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya mengantisi pasi tantangan transportasi ke daerah tersebut akibat operasional bandara terganggu. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Banyuwangi Suprayogi mengatakan, pemkab berkoordinasi dengan perusahaan bus, termasuk dengan-Perum Damri, dan PT KAI untuk menyiapkan angkutan tambahan.
Di Malang, penutupan Bandara Abdurachman Saleh berdampak langsung pada ekonomi warga yang selama ini mengadu nasib di bandara itu. Pada Jumat dan Sabtu, penumpang di Abdul-rachman Saleh dialihkan ke Bandara Djuanda di Sidoarjo.
Gunung Gamalama
Dari Ternate, Maluku Utara, dilaporkan, sejak mengalami erupsi Kamis pekan lalu, aktivitas Gunung Gamalama masih fluktuatif, ditandai dengan gempa tremor berulang kali. Status gunung tersebut masih pada level waspada sehingga warga belum diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Kepala Pos Pemantau Gunung Gamalama Darno Lamane mengatakan, hingga Sabtu petang, gunung berketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut itu masih mengeluarkan asap putih tebal setinggi hampir 100 meter. Embusan mengarah ke sisi barat laut dan cenderung ke utara.
"Gempa tremor masih sering terjadi, mengindikasikan aktivitas di dapur magma tinggi. Hal ini bisa memungkinkan erupsi lagi, bahkan lebih besar daripada erupsi sebelumnya. Karena itu, aktivitas dalam radius 4 kilometer sangat berbahaya," katanya.
Tiga kelurahan di Kecamatan Pulau Ternate yang dinyatakan masuk dalam radius berbahaya adalah Takome, Loto, dan Togafd Sebanyak 751 warga Loto dan 755 warga Togafo sudah diungsikan ke pusat Kota Ternate yang berjarak sekitar 22 kilometer dari tempat tinggal mereka.
Pada Sabtu siang, abu masih beterbangan di atas permukiman di tiga kelurahan itu. Pintu dan jendela rumah, terutama yang menghadap ke gunung, tertutup rapat
(WER/COK/HRS/FRN)







0 comments:
Post a Comment